Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera bagi kita semua.
SALAM FLMPI!
SALAM KERJA SAMA MAHASISWA PERINDUSTRIAN INDONESIA!
Halo sobat industri!
Selamat datang kembali di Blogspot FLMPI Politeknik STMI Jakarta ya sobat industri.
Gimana nih kabarnya sobat industri? Semoga kalian selalu dalam keadaan sehat dan bahagia selalu yaa, Aamiin..
Pada Blogspot FLMPI kali ini, kami akan berbagi beragam artikel yang pastinya dirangkai secara naratif, edukatif, informatif, mulai dari program kerja yang sedang kami jalankan, hingga berbagai topik aktual yang ramai diperbincangkan. Kira-kira sobat industri sudah penasaran belum nih sama artikelnya?? Yuk langsung saja disimak ya sobat industri artikelnya.
Nah, kali ini BLOGSPOT FLMPI akan membagikan tentang Sejarah Terbentuknya Anak Gunung Krakatau. Yuk kita simak laporannya di bawah ini.
Pada tahun 1883 terjadi letusan yang sangat dasyat dikarenakan erupsi Gunung Krakatau pada masa tersebut.
Lahir dari Kaldera Purba: Mengurai Sejarah Terbentuknya Anak Krakatau
Sejak dahulu, kawasan Selat Sunda tidak pernah benar-benar tenang sampai saat ini. Dan dibalik perairan yang memisahkan Pulau Jawa dan Sumatra, tersimpan rekam jejak geologi yang mencatat salah satu bencana vulkanik, sekaligus proses lahirnya gunung api baru bernama Anak Krakatau.
Mari kita tarik mundur ke bulan Agustus tahun 1883.
Jauh sebelum anak gunung krakatau lahir, induknya telah bererupsi terlebih dahulu. Dan meski induknya telah hancur, kawah yang tenggelam di dasar Selat Sunda tersebut tidak mati. Hal ini dikarenakan letaknya yang berada tepat di jalur busur vulkanik Sunda akibat subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia, aktivitas geologi di dasar laut terus bergejolak.
Empat dekade setelah bencana 1883, tepatnya pada tahun 1927, tanda-tanda kehidupan baru mulai terlihat. Letusan-letusan kecil di dasar laut secara bertahap menumpuk material vulkanik hingga membentuk kerucut baru. Tumpukan ini terus tumbuh dan akhirnya berhasil menembus permukaan air laut pada tahun 1928. Fenomena inilah yang menandai lahirnya gunung api baru yang diberi nama Anak Krakatau. Sejak saat itu, Anak Krakatau terus bertambah tinggi melalui erupsi-erupsi periodik yang mengendapkan material baru di tubuhnya.
Namun, proses pembentukan gunung ini tidak selalu mulus. Pada 22 Desember 2018, sebagian lereng sisi gunung mengalami keruntuhan dan longsor hebat ke dalam laut. Pergerakan massa batuan bawah laut ini menggeser air laut dalam jumlah besar sehingga memicu tsunami di pesisir Banten dan Lampung tanpa adanya peringatan gempa tektonik terlebih dahulu. Peristiwa tersebut membuat bentuk fisik Anak Krakatau berubah drastis dan ketinggian tubuhnya menyusut signifikan yang membuatnya dijuluki sebagai anak gunung Krakatau.
Kendati demikian, aktivitas vulkaniknya tetap berlangsung hingga sekarang. Pada September 2026, Anak Krakatau kembali aktif menunjukkan peningkatan erupsi berkelanjutan yang menyebarkan abu vulkanik ke atmosfer. Sejarah terbentuknya Anak Krakatau memperlihatkan sebuah siklus alam yang unik, di mana kehancuran hebat induknya justru menjadi titik awal bagi lahirnya gunung api baru yang terus tumbuh di Selat Sunda.
Perjalanan Anak Krakatau dari dasar laut hingga menjadi salah satu gunung api paling aktif hari ini menjadi bukti betapa dinamisnya bumi tempat kita berpijak. Mengingat aktivitasnya yang masih terus berlangsung, tetap waspada dan selalu memperbarui informasi dari lembaga resmi adalah langkah terbaik bagi kita yang hidup berdampingan dengan potensi alam ini.
Oke, sampai disini dulu ya Blogspot FLMPI-nya sobat industri. Jangan pernah bosan untuk menantikan update terbaru dari Blogspot FLMPI yaa!
Terima kasih dan sampai jumpa di kegiatan berikutnyaaa!!!
Bye, byee 👋
Wassalamualaikum Wr. Wb.
SALAM FLMPI!
SALAM KERJASAMA MAHASISWA PERINDUSTRIAN INDONESIA!
SUMBER :
Sejarah Letusan Gunung Krakatau hingga Erupsi Anak Krakatau 2026 (detik.com)
Anak Krakatau: Sejarah Kelam Gunung Berapi yang Muncul dari Laut (National Geographic Indonesia Grid.id)


No comments:
Post a Comment